Halal Certification: Kenapa Ini Jadi Syarat Penting bagi Bisnis di Indonesia?

Halal Certification: Kenapa Ini Jadi Syarat Penting bagi Bisnis di Indonesia?

Di Indonesia, label halal bukan sekadar simbol keagamaan. Buat dunia bisnis, sertifikasi halal sudah berubah jadi standar kepercayaan, alat pemasaran, sekaligus syarat legal yang nggak bisa dianggap sepele. Apalagi Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia—lebih dari 80% penduduknya Muslim. Jadi wajar kalau konsumen makin kritis soal kehalalan produk yang mereka konsumsi.

Tapi sebenarnya, kenapa sih halal certification jadi sepenting itu buat bisnis di Indonesia? Yuk, kita bahas pelan-pelan.

Halal Certification: Kenapa Ini Jadi Syarat Penting bagi Bisnis di Indonesia?

1. Sertifikasi Halal = Kepercayaan Konsumen

Di era sekarang, konsumen nggak cuma lihat harga dan rasa. Mereka juga peduli proses produksi, bahan baku, sampai keamanan produk. Sertifikasi halal dari lembaga resmi (BPJPH dengan MUI sebagai mitra penetapan halal) jadi bukti bahwa produk kamu:

  • Menggunakan bahan yang halal
  • Diproses dengan cara yang sesuai syariat
  • Aman dan terjamin kualitasnya

Buat konsumen Muslim, logo halal bisa jadi faktor penentu keputusan beli. Bahkan banyak konsumen yang langsung “skip” produk tanpa label halal karena dianggap berisiko.

2. Sudah Jadi Kewajiban Hukum

Ini poin penting yang sering bikin pelaku usaha kaget. Sejak berlakunya UU Jaminan Produk Halal (UU No. 33 Tahun 2014), produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal, terutama untuk kategori:

  • Makanan dan minuman
  • Obat dan suplemen
  • Kosmetik
  • Produk kimia, biologi, dan rekayasa genetik tertentu

Artinya, sertifikasi halal bukan lagi opsional, tapi bagian dari kepatuhan hukum bisnis. Tanpa sertifikat halal, bisnis bisa kena sanksi administratif, bahkan berpotensi ditarik dari peredaran.

3. Nilai Tambah untuk Branding dan Marketing

Menariknya, sertifikasi halal sekarang nggak cuma relevan untuk pasar Muslim. Banyak konsumen non-Muslim juga mengasosiasikan produk halal dengan:

  • Lebih bersih
  • Lebih higienis
  • Lebih terkontrol prosesnya

Makanya, brand dengan sertifikat halal sering punya positioning yang lebih kuat di pasar. Label halal bisa jadi unique selling point (USP) yang bikin produk kamu lebih unggul dibanding kompetitor.

4. Membuka Peluang Ekspor dan Kerja Sama Global

Kalau kamu punya rencana ekspansi ke luar negeri—terutama ke negara-negara mayoritas Muslim—sertifikasi halal itu ibarat tiket masuk. Banyak distributor dan mitra bisnis internasional menjadikan halal certification sebagai syarat awal kerja sama.

Dengan sertifikat halal yang diakui, bisnis kamu jadi:

  • Lebih dipercaya partner global
  • Lebih siap masuk pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara
  • Lebih kompetitif di industri halal global yang nilainya triliunan rupiah

5. Menunjukkan Profesionalisme dan Kesiapan Bisnis

Mengurus sertifikasi halal memang butuh proses, dokumen, dan penyesuaian sistem produksi. Tapi justru dari situ kelihatan kalau bisnis kamu:

  • Punya manajemen yang rapi
  • Siap tumbuh jangka panjang
  • Serius membangun brand yang berkelanjutan

Ini penting, apalagi kalau kamu mau cari investor atau scaling bisnis ke level yang lebih besar.

 

Kesimpulan

Sertifikasi halal bukan sekadar formalitas atau kewajiban administratif. Di Indonesia, halal certification sudah jadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen, menjaga kepatuhan hukum, memperkuat branding, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Bisnis yang sejak awal siap dengan sertifikasi halal biasanya punya posisi lebih kuat untuk berkembang secara berkelanjutan.

Kalau kamu ingin proses sertifikasi halal berjalan lebih mudah, terarah, dan minim ribet, Watershore siap membantu bisnismu dari awal hingga sertifikat terbit. 

Dengan pendampingan profesional dan pemahaman regulasi yang up to date, Watershore jadi partner tepat untuk memastikan bisnis kamu siap bersaing dan compliant di pasar Indonesia maupun global.